Menurut CoinDesk, teknologi kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi bank, tetapi juga membawa risiko, menurut laporan penelitian oleh Bank of America. Otomatisasi yang lebih besar, yang kemungkinan besar akan menjadi aplikasi pertama dan paling signifikan dari teknologi AI untuk bank, dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan keuntungan. Namun, ada kerentanan seputar penggunaan AI secara luas di bank, terutama di industri yang sangat diatur dengan akses ke data sensitif. Bank dan pengawas harus merasa nyaman dengan risiko yang menyertai pelembagaan AI, dan dialog antara industri dan regulator sedang berlangsung.
Kekhawatiran cenderung berfokus pada keamanan dan tantangan untuk menjaga aset klien tetap aman di dunia AI yang demokratis, yang juga telah menurunkan hambatan bagi para pelaku ancaman. Laporan ini juga mencatat bahwa teknologi dan media sosial kemungkinan telah mempercepat penarikan deposito, seperti yang terlihat pada runtuhnya beberapa bank AS awal tahun ini. Tidak terlalu jelas bahwa regulator memiliki solusi yang jelas untuk realitas baru ini. AI sudah digunakan secara hati-hati oleh sebagian besar bank besar, dan jika teknologi ini dapat memberikan efisiensi yang nyata bagi bank-bank Eropa dan meningkatkan keuntungan, maka teknologi ini akan diakui dengan peringkat kredit yang lebih stabil dan lebih tinggi serta spread yang aman. Namun, Bank of America mengatakan bahwa peningkatan pendapatan pada tahap ini dari penggunaan teknologi AI kurang nyata.